Indonesia adalah negera maritim, sebutan lain negara kepulauan yang kaya akan hasil laut. hasil tangkapan ikan pun banyak sekali hampir tiap tahun ada peningkatan baik dari ikan mapun aneka hasil laut. namun sayang jika hasil tangkapan ikan ini tidak di fasiltasi tempat menyimpan. karena ikan tidak dapat tahan lama yang mengakibatkan ikan menjadi rusak.
“Kalau dari industri perikanan yang paling mendesak adalah tersedianya rantai pasok dingin, sistem rantai dingin, cold chain system. Sekarang ini ikan sudah banyak diperoleh nelayan, waktu ke lautnya lebih pendek kemudian ikannya lebih banyak dibandingkan sebelumnya,” tutur Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Nilanto Perbowo.
Cold storage sangat dibutuhkan terlebih lagi saat hasil tangkapan nelayan melimpah di tempat pelelangan. Hasil tangkapan ini tidak bisa dibawa seluruhnya untuk didistribusikan sehingga dibutuhkan ruang pendingin untuk menjaga kesegarannya lebih lama lagi.
“Saat musim ikan pada saat tangkapan berlimpah karena terbatasnya sarana dan prasarana pendingin kita tadi. Kedua karena jalur distribusinya itu kalau ke daerah terpencil sulit umumnya,” kata Nilanto.
Dirinya menambahkan, rantai distribusi ikan dari tempat pelelangan relatif pendek. Untuk ikan yang dijual dengan harga murah seperti ikan kembung hingga ikan selar hanya membutuhkan beberapa tangan saja untuk sampai ke konsumen.
Sedangkan untuk ikan dengan kategori besar dibutuhkan waktu yang agak lama untuk sampai di konsumen sehingga dibutuhkan cold storage.
Kejayaan kelautan dan perikanan Indonesia harus terus diperjuangkan mengingat Indonesia merupakan negara agraris yang sarat akan kekayaaan lautnya. Peran dari Pemerintah bersama-sama dengan masyarakat tentu perlu terus ditingkatkan agar dunia bisa menikmati lezatnya ikan Indonesia.
Para nelayan pun tak kenal lelah mengarungi lautan luas untuk mendapatkan hasil tangkapan yang laris manis untuk dijual di pasar.
source : Potensi Hasil Laut dan Cold Storage