Order Picking Warehouse Cold Storage

@hasillaut on 3:57 pm inventory

Aktivitas Gudang meliputi Receiving, Put-away, Storage, Order picking, Packing, Loading. Namun aktivitas yang paling utama dan membutuhkan waktu dan biaya lebih besar adalah Order Picking.

Order Picking merupakan Proses untuk pengambilan pesanan bagi penitip atau pelanggan, dengan waktu yang cepat dan memberikan kepuasan yang tinggi.

Order Picking Warehouse
Gwynne Richards

Produktivitas picking order diukur dengan pick rate, yaitu dari rata-rata jumlah line item yang di-picking per jam (Manikas & Terry, 2010).

Peningkatan produktivitas pada proses picking order biasanya dalam bentuk pengurangan waktu tempuh, sehingga untuk meningkatkan produktivitas picking sebenarnya sangat sederhana yaitu dengan memperpendek waktu perjalanan menuju ke lokasi picking (Frazelle, 2017).

Pada proses picking order yang dilakukan dengan cara konvensional, produktivitas picking berkaitan erat dengan jarak tempuh, sehingga dengan mengurangi jarak tempuh maka waktu tempuh akan berkurang, dengan berkurangnya waktu tempuh maka produktivitas kerja dapat meningkat (Sadowsky & Hompel, 2011).

Menurut Dukic & Opetuk (2008) bahwa picking order merupakan proses pengambilan barang dari lokasi simpan berdasarkan permintaan pelanggan.

Koster et al. (2007) berpendapat bahwa picking order merupakan suatu aktivitas pengambilan barang dari tempat penyimpanan karena adanya pesanan dari pelanggan.

Proses ini merupakan wujud pelayanan gudang kepada para pemakai dan pelanggan.

Komponen Picking

didalam aktivitas order picking ada beberapa komponen waktu picking yang meliputi waktu persiapan, waktu tempuh untuk menuju lokasi area penyimpanan barang (travel time), waktu untuk mencari barang setelah berada di area lokasi (search time), waktu pengambilan barang sampai meletakan barang ke trolley (retrieval time)

untuk penentuan ini menggunakan metode routing heuristic : SShape, Aisle by aisle, Largest Gap, dan Combined. Penjelasan metode ini akan di bahas artikel yang berbeda.

melalui perencanaan routing dengan metode heuristic fungsinya untuk mendapatkan jarak tempuh terpendek dalam proses picking order.

Hal ini, karena routing dapat menentukan urutan yang optimal dengan melakukan pengambilan item yang diminta atau yang dipesan secepat mungkin.

Alasan perencanaan routing menggunakan metode heuristic,

pertama karena penentuan rute picking order dengan metode heuristik dapat menghasilkan rute dengan struktur yang lebih sederhana dan mudah dipahami sehingga dapat mencegah terjadinya kesalahan rute yang ditempuh oleh picker.

pada prakteknya masalah picking order di gudang sebagian besar diselesaikan dengan metode heuristic karena metode ini mudah dan logis (Koster et al. 2007)

Besarnya waktu picking order dipengaruhi oleh besarnya jarak yang ditempuh oleh seorang picker. Waktu tempuh merupakan waste, karena menimbulkan biaya jam kerja buruh tetapi tidak memberikan nilai tambah, sehingga harus dihilangkan.

penerapan suatu metode dalam menentukan rute picking sangat dibutuhkan dalam upaya peningkatan produktivitas picking order.

Untuk pemilihan suatu metode ruting tidaklah mutlak, sangat tergantung pada tata letak gudang, sistem penyimpanan dan karakteristik barang yang disimpan, sehingga suatu metode belum tentu optimal disuatu
pergudangan walaupun di pergudangan lain sangat optimal.

Efisiensi dan produktivitas pergudangan sekarang telah menjadi kompetensi inti, sebuah senjata strategis yang banyak digunakan perusahaan untuk meningkatkan daya saing yang tinggi.